hi? Selamat datang di tulisan perdana di blog sederhana ini, harapannya untuk menyapa para readers blog nantinya.. Tak kenal maka tak sayang, kalimat yang familiar tentunya. So, mari berkenalan.
Kalian bisa memanggilku Pak Tua trilan. (t)rilan. (t) menggunakan huruf kecil, aku tak ingin kalian menuliskan panggilanku dengan awalan huruf kapital. Karena Trilan adalah salah satu tokoh dalam tulisan yang ku buat.
Siapa aku? Apa yang aku kerjakan? Aku seorang yang bekerja sebagai guru untuk mengenal perangkat berteknologi yang disebut komputer, aku seorang tukang gambar yang menggambar berbagai hal diatas komputer, aku tidak mahir menggambar diatas kertas, aku adalah seorang buruh otak dengan pekerjaan menyusun sekumpulan kode untuk berkomunikasi dengan komputer. Aku bekerja untuk menemukan sesuatu yang baru.
Tapi, tidak ada yang cukup menarik tentang apa pekerjaanku. Bagiku hal paling menarik dari yang biasa kulakukan ada dua, mendidik, dan menulis. Aku suka menulis, menulis apa saja, mulai dari menulis Diary yang kata penulis-penulis hebat itu adalah tulisan tanpa kualitas, lalu menulis cerpen dan novel meski sampai hari ini tak satupun yang selesai kutulis hingga akhir, karena mungkin aku terlalu tak menyukai akhir. Tapi aku selalu percaya, cepat atau lambat aku akan menyelesaikan sebuah tulisan yang menarik, dan tentunya memiliki akhir. Aku juga menulis non-fiksi pada banyak blog, dan aku yakin akan segera menulis sebuah buku non-fiksi yang dapat membantu banyak orang, aku selalu yakin dengan harapan yang kumiliki.
Aku tak begitu suka menjadi guru, meski sangat-sangat menyukai aktivitas mengajar. Aku punya dua definisi yang berbeda tentang dua hal diatas. Meski esensi-nya jelas seorang guru akan mengajar, tapi aku mendefinisikan guru sebagai seorang professional yang menjadikan mengajar sebagai profesi. Tentu tidak ada yang salah tentang itu, hanya saja aku lebih suka menjadikan mengajar sebagai aktivitas menyenangkan yang membuatku merasa terhibur, yang menjadi manfaat bagiku di masa yang abadi, yang menjadi manfaat bagi mereka yang memberikan-ku kesempatan untuk mengajarkan sedikit yang ku pahami kepada mereka. Dan perlu kau tahu, aku tak membenci guru, aku hanya tak begitu suka menjadi guru. Tetapi aku menyayangi para guru, layaknya orang tua ke-dua-ku.
Saat menulis sebuah fiksi romansa manusia, aku paling suka menulis tentang cinta yang bersemangat, cinta yang besar sekali. Seperti cinta yang sangat besar yang dimiliki seorang Ibu terhadap bayi mungil-nya, atau cinta yang besar sekali yang dimiliki seorang ayah kepada anak gadis-nya yang selalu menjadi bayi kecil di mata para ayah itu. Atau cinta yang sejati dari seorang suami kepada istrinya yang telah diuji berkali-kali, hingga menjadi cinta yang suci.
Selain itu, saat menulis aku selalu suka menyisipkan doktrin pencerahan, kritik atas kekejian yang terjadi dimuka bumi, mengungkap apa yang sejati. Yang sejati itu seperti takdir yang sejati, yang tak seorangpun bisa mengubah alurnya walau hanya sedikit saja.
Aku adalah seseorang yang memiliki kecenderungan berlebih untuk menjadikan diri sebagai hak bagi orang lain. Aku memiliki kebutuhan yang mungkin tak banyak dibutuhkan orang, salah satu hal terbesar yang ku-butuhkan dalam hubungan-ku dengan para manusia adalah kebutuhan untuk dibutuhkan, aku merasa ter-puaskan saat menjadi bermanfaat bagi siapapun.
Menjadi sosok sepertiku tak pernah mudah, kau tahu? Saat aku lebih suka menjadi sesuatu bagi orang lain, aku memiliki sisi yang menyebalkan yang mempersulit itu. Aku adalah seorang yang lebih suka berdiam diri, dan berfikir. Mencari apa saja seorang diri, aku tak begitu suka orang-orang yang terlibat dalam urusanku, meski untuk membantu, tapi aku selalu suka melibatkan diri dalam urusan orang lain, meskipun itu jelas merepotkan. Itu melelahkan. Kau tahu?
Lalu aku, aku memiliki logika yang baik, aku percaya itu, aku mudah memahami, hampir apapun itu. Apa yang sulit orang-orang disekitar-ku pahami, aku bisa memahaminya dengan cepat. Tapi kau tahu, itu tak cukup menyenangkan, saat aku menjadi pemilik perasaan yang terlalu peka untuk membuat orang lain selalu merasa baik. Logika-ku mudah sekali menemukan apa yang lebih menguntungkan, tapi perasaan ini jauh lebih dominan untuk menentukan apa yang harus ku lakukan. Dan parahnya, itu lebih sering menjauh dari keuntungan yang nyata, yang logis. hahaha
Aku? Aku seorang pemikir liar, aku punya dunia yang lebih luas dari para penjelajah kota meskipun hariku lebih banyak kuhabiskan dengan menyendiri, dan mengurung diri. Aku berfikir, berimajinasi terlalu liar, tak jarang keluar dari batas logis, bahkan batas logis yang kumiliki sendiri. Menjadikanku orang aneh disekelilingku.
Aku, aku adalah seorang yang suka mengigit dengan graham, artinya adalah mengigit dengan sangat erat pada apa yang inginku gigit atau apa yang benar-benar inginku yakini. Saat aku yakin untuk memilih sesuatu, maka akan sangat sulit untuk membuatku berpaling darinya, percayalah itu sulit dalam arti sesungguhnya.
Kau tahu, tak mudah dengan empat tipe kepribadian yang kumiliki, pengurung diri, perasa, idealis, dan pemikir liar! Empat dimensi kepribadian yang berorientasi menjadi bagian dari orang lain. Pengurung diri yang seolah tidak merasa membutuhkan orang lain, lebih suka merenungi semuanya, aku terbiasa merasa bertanya atau meminta bantuan orang lain sebagai bentuk yang merepotkan orang lain, pengurung diri lebih suka yang sebaliknya, yakni mereka direpotkan orang lain. Perasa, tentu saja ini tak lain tentang perasaan yang selalu ingin membuat orang lebih baik. Idealis, mereka tidak ingin dipengaruhi, merekalah sebuah pengaruh bagi orang lain. Pemikir liar, mereka tidak suka diatur oleh apa yang teratur di tengah kebanyakan orang, mereka punya cara sendiri dalam menikmati kehidupan mereka, mereka menciptakan hal baru untuk kebutuhan orang lain.
Saat semua orientasi kehidupan mengarah untuk kepentingan orang lain, maka melupakan kebutuhan diri sendiri sudah bukan hal yang aneh. Dan saat semua orientasi kehidupan pada kepentingan orang lain, maka saat itu adalah sisi melelahkan, kau tahu? Bahkan saat kau berharap setiap yang kau lakukan adalah kebutuhan seseorang, maka kau sering kali salah, ada banyak orang yang memiliki kebutuhan yang berbeda. Dan setiap yang kau lakukan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan orang lain kadang kala menjadi satu hal paling menyebalkan bagi orang tersebut. Dan itu adalah sisi menyebalkan dari menjadi orang sepertiku.
Aku adalah sedikit dari manusia aneh dimuka bumi ini, aku adalah INFJ!
Saat semua orientasi kehidupan mengarah untuk kepentingan orang lain, maka melupakan kebutuhan diri sendiri sudah bukan hal yang aneh. Dan saat semua orientasi kehidupan pada kepentingan orang lain, maka saat itu adalah sisi melelahkan, kau tahu? Bahkan saat kau berharap setiap yang kau lakukan adalah kebutuhan seseorang, maka kau sering kali salah, ada banyak orang yang memiliki kebutuhan yang berbeda. Dan setiap yang kau lakukan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan orang lain kadang kala menjadi satu hal paling menyebalkan bagi orang tersebut. Dan itu adalah sisi menyebalkan dari menjadi orang sepertiku.
Aku adalah sedikit dari manusia aneh dimuka bumi ini, aku adalah INFJ!
Kalian muak dengan kata aku? ini adalah blog-ku, jadi aku bebas menulis tentang-ku. Blog ini bukan untuk bacaan sembarang orang, hanya orang-orang yang tertarik membaca tulisan yang ada pada blog ini yang boleh membacanya. Meskipun sembarang orang tentu boleh tertarik untuk membaca tulisan-tulisan yang ada diblog ini. Begitulah maksudku, kalian mengerti? Entahlah. Tapi, maafkan aku, aku terbiasa menulis dengan kalimat-kalimat aneh seperti itu.
0 komentar:
Posting Komentar